Kamis, 06 September 2012

Warisan dari Zaman Kolonial di Jakarta.

Indonesia dulu dijajah Belanda, istilah lainnya Indonesia dahulu adalah bagian dari atau milik pemerintah Belanda yang kekuasaannya di kepulauan nusantara ini disebut Hindia Belanda (Netherland Indies). Kolonialisme Hindia Belanda berlangsung selama berabad-abad ini masih meninggalkan jejak-jejaknya. Beberapa bangunan masih berdiri tegak sejak tahun 1700 sampai sekarang, berikut adalah peninggalan kolonial Belanda yang terdapat di wilayah jakarta:
 
Batavia/ Oud Batavia (Batavia Lama) =. Kawasan Jakarta Kota dan Pasar Ikan:.
Pada 1619 Jan Pieterszoon Coen dan VOC menaklukan Jayakarta. Kemudian mereka membangun kota baru diatas puing-puing reruntuhan kota Jayakarta serta menggantinya dengan nama Batavia. Nama ini berasal dari kata Batavieren yang diyakini sebagai leluhur bangsa Belanda. Koningin van het Oosten atau Ratu dari Timur, itulah sebutan Batavia di abad ke-18.

-Uitkijk Post (Menara Peninjau) = kini Menara Syahbandar.

-Westszijdsce Pakhuizen (Gudang disebelah barat (sungai ciliwung) /Benteng tepi barat Batavia) = kini Museum Bahari.

-HoenderPasarBrug (Jembatan Pasar Ayam) = kini Jembatan Kota Intan.

-Grootkanal = kini Kali Besar.

-Kediaman Baron Van Imhoff (Toko Merah) = kini PT Dharma Niaga tapi tetap dikenal sebagai Toko Merah.

-Stadhuis (Balai Kota) = kini Museum Sejarah Jakarta.

-Stadhuisplein (Lapangan Balai Kota) = kini Taman Fatahillah.

-Raad van Justitie (Dewan Peradilan) = kini Museum Seni Rupa dan Keramik.

-Stedelijk Museum/ Oude Bataviasche Museum. ) = kini Museum Wayang.
 Dibuka pada tahun 1939 oleh gubernur jendral Tjarda Van Stakenborgh Stachouwer. Sering disebut juga: ex-oude hollandsche kerk (bekas gereja belanda lama).

-Gedong Factorij NHM (Nederlandsche Handel Maatschappij) = kini Museum Bank Mandiri. NHM adalah badan operasi sistem tanam paksa yang merupakan reinkarnasi dari VOC yang telah bangkrut,. sumber: “Saudagar baghdad dari betawi” nya Alwi Shahab.

-Nederlansche Indische Handel Bank -Bank Bumi Daya = kini Bank Mandiri.

-The Javasche Bank = kini Gedung Bank Indonesia. (versi lain: Stationgebouw BATAVIA). = kini Stasiun Jakarta Kota. Ada 2 versi arti Beos: Versi Pertama: Beos (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij) (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur, Versi lain: Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929.

-Portuguesse Buiten Kerk [Gereja Portugis Luar (tembok/kota)] = kini Gereja Sion. Diresmikan pada 23 oktober 1695,. sumber: “Toko Merah” nya Thomas B Ataladjar.

- Vila Reiner de Klerk = kini Gedung Arsip Nasional.

- Molenvliet Oest dan Moelenvleit West= kini Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk
- Jaga Monyet = kini Jl.Suryopranoto
-Risjwijk = kini Jl. -
-Noordwijk = kini Jl.

Pada zaman kolonialisme Belanda kawasan Noordwijk and Risjwijk adalah daerah elit untuk orang-orang Eropa. -Weltevreden = kini Hampir Seluruh daerah Jakarta Pusat. Kota Batavia Lama dibangun diatas lahan reklamasi, dengan jalan sempit dan begitu banyak kanal sehingga menciptakan iklim yang tidak sehat yang berakibat warga Eropa pada awal 1800-an berpindah beberapa mil ke selatan kawasan itu. Mereka membangun daerah baru yaitu Weltevreden yang suka disebut juga Niew Batavia (Batavia Baru). Weltevreden (well content = puas and damai; benar-benar puas) mencakup wilayah :Lapangan Banteng, Senen, Pasar Baru, Lapangan Monas, Gambir dll).

- Dandels Paleis (Istana Dandels) = kin ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar